TAFSIR KALIMAT TAUHID
Ustadz Amrullah Akadhinta حَفِظَهُ الله تعالى
🗓️ Senin, 30 Desember 2024
🏢 Studio ANB Channel Krajan, Sleman
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Mengenal islam dengan dalil-dalilnya, dimana kita perlu mengilmui rukun islam karena islam tegak diatas rukun-rukun islam, sebagaimana dijelaskan dalam hadits
عَنْ عَبْدِ اللهِ بنِ عُمَر رضي الله عنهما قال: قال رسولُ الله صلى الله عليه وسلم:«بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، وَإِقَامِ الصَّلَاةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وَحَجِّ الْبَيْتِ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ».
[صحيح] - [متفق عليه] - [صحيح مسلم: 16]
Abdullah bin Umar -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan: Rasulullah ﷺ bersabda, "Islam dibangun di atas lima perkara: Syahadat Lā ilāha illallāh-Muḥammad rasūlullāh, menegakkan salat, menunaikan zakat, berhaji ke Baitullah, dan berpuasa di bulan Ramadan."
[Sahih] - [Muttafaq 'alaihi] - [Sahih Muslim - 16]
Yang pertama adalah pembahasan tentang kalimat syahadat, mencakup tafsir kalimat tauhid yang terdapat 2 rukun yakni nafyu (menafikan sesembahan selain Allah) dan isbat (menetapkan hanya Allah satu-satunya Zat yang berhak diibadahi)
Dalil tentang kalimat tauhid adalah firman Allah سبحانه و تعالى dalam Surat Az-Zukhruf Ayat 26
وَإِذْ قَالَ إِبْرَٰهِيمُ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِۦٓ إِنَّنِى بَرَآءٌ مِّمَّا تَعْبُدُونَ
Artinya: Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: "Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu sembah,
Lalu Allah سبحانه و تعالى berfirman dalam Surat Az-Zukhruf Ayat 27
إِلَّا ٱلَّذِى فَطَرَنِى فَإِنَّهُۥ سَيَهْدِينِ
Artinya: Tetapi (aku menyembah) Tuhan Yang menjadikanku; karena sesungguhnya Dia akan memberi hidayah kepadaku".
Kemudian firman Allah سبحانه و تعالى Surat Az-Zukhruf Ayat 28
وَجَعَلَهَا كَلِمَةًۢ بَاقِيَةً فِى عَقِبِهِۦ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Artinya: Dan (lbrahim) menjadikan kalimat tauhid itu kalimat yang kekal pada keturunannya supaya mereka kembali kepada kalimat tauhid itu.